Thursday, February 2, 2012

The difficulties in life are intended to make us better but not bitter. 
Anonymous

Akhir-akhir suasana dikantor tidak begitu menyenangkan, gesekan terjadi disana-sini dan sepertinya orang-orang terlihat saling bermusuhan. Jujur susasana seperti ini sangat tidak menyenangkan , berada disatu ruangan yang sama tetapi ada jarak yang mendalam diantara orang-orangnya. Kadang aku berpikir kita baik sama orang belum tentu juga orang akan menghargai kebaikan kita. Intinya membangun relasi dengan sesama manusia resikonya adalah sakit hati .
Gesekan dalam sebuah interaksi adalah sangat wajar . Bayangkan dalam satu kantor   terdiri dari beberapa kepribadian yang berbeda, berasal dari latar belakang yang berbeda, hidup di lingkungan yang berbeda jadi wajar saja jika ada benturan nilai, harapan bahkan cara kerja. Yang jadi tugas kita adalah seberapa mampu kita mentoleransi perbedaan itu dan dengan rendah hati  mengalah demi kepentingan bersama.

jadi saat ada orang yang begitu menyebalkan, begitu egois dan keras. Ingatlah dia itu hadiah dari Tuhan bukan untuk membuat kita jadi terpuruk dan sedih melainkan untuk membuat kita lebih sabar, lebih rendah hati dan lebih pemaaf.

Friday, January 13, 2012

Tentang Diriku

Aku selalu percaya cara terbaik dengan berdamai dengan diri sendiri adalah dengan menyadari siapa diri kita , apa yang kita ingin lakukan...jadi  inilah sedikit deskripsi tentang diriku:

1. aku sudah terbiasa dianggap sebagai manusia paling pendiam di muka bumi dan kenyataannya aku memang suka diam
2. berdasarkan hasil test uji personalitas, katanya tipe kepribadianku adalah ISFJ . Orang-orang tipe seperti ini biasanya orang-orang yang penuh perhatian, pelindung, dan dapat diandalkan  dan biasanya dianggap sebagai taken for granted dan memang begitulah aku...
3. Aku sebisa mungkin tidak marah tapi sekali lagi im not angel.. jd jangan keterlaluan deh....
4. aku suka mewarnai gambar, entah kenapa aktivitas itu selalu memberi ketenangan buatku
5. aku suka kutipan-kutipan karena aku percaya sebuah kutipan terlahir dari sebuah pelajaran berharga dan perenungan yang mendalam
6. aku sangat pemalu dan biasanya membuat orang-orang semangat untuk membuat pipi atau telingaku memerah
7. sedang berusaha sangat-sangat keras agar tidak minder..I am  trying accept that I am beautiful and I am worthty   in my own way
8. mencoba lebih bersemangat dan proaktif (walaupun ngga yakin bisa)

saat ini segini dulu ya..



Wednesday, January 11, 2012

Unofficial Judge

"if you judge, investigate"
(seneca)

Salah satu godaan terbesar ketika berelasi dengan orang lain adalah menghakimi orang lain. Entah mengapa menghakimi orang lain sepertinya sudah bagian dari natur kita sebagai manusia padahal kalau dipikir-pikir siapa sih kita sampai  punya hak memilah  atau menilai kalau hidup/perilaku orang lain buruk.

Terkadang tanpa sadar, aku pun sering menghakimi orang lain dan biasanya hal itu bertalian erat dengan bergosip. Tanpa usaha investigasi  secara mendalam , aku dengan mudahnya menilai kalau si A begini , si B begitu padahal aku lupa bertanya pada diriku sendiri: sudahkah hidupku juga jadi berkat? Hari minggu lalu , aku disentil dan disadarkan oleh satu kawanku. Dengan mudahnya dia mengatakan adikku tidak punya masa depan. Memang sih adikku tidak ramah tapi itu bukan ukuran dia tidak punya masa depan. Terus terang aku marah. Pertama karena orang yang disinggungnya adalah adik kandungku dan sudah naluri alamiahku untuk membela adikku. Kedua aku dapat menjamin kalau adikku adalah salah satu orang termanis dan terbaik yang pernah ada. Penilaian ini dapat dipertanggungjawabkan dan kalau berani sebelum menilai  adikku, cobalah berinteraksi dengan intens dengan dirinya. well my brother isn't perfect but  he is one of the nicest person I ever know.

Setidaknya satu kasus ini membuatku belajar. Kalau kita hanya tahu selapis dari kehidupan orang dan belum berani menelusuri lapisan-lapisan lain kehidupannya, jangan coba-coba jadi hakim kacangan. Sibuk menilai dan menghakimi...

Yakobus 4 : 12
Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim,   yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan.  Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?

Saturday, December 31, 2011

Refleksi 2011

If my world were to cave in tomorrow, I will look back on all the pleasures,excitements and worthwhilenesses I have been lucky enough to have had. Not the sadness, not my miscarriages, or my father living home, but the joy everything else. It will have been enough
(Audrey Hepburn)

Tanpa terasa tahun 2011 sudah akan segera berakhir dan kini tibalah waktu untuk berhenti sebentar dan menengok seperti apakah hidup yang kujalani setahun ini. Jujur awal tahun 2011 bukanlah tahun yang menyenangkan untukku, aku membuka tahun dengan banyak kesedihan dan airmata. Hubungan yang memburuk, kesepian  dan kekhawatiran namun diakhir tahun ini aku dapat menyatakan bahwa sesuatu yang awalnya buruk bukan berarti berakhir buruk pula.

Di akhir tahun ini, dengan sepenuh hati aku mengatakan bahwa aku sungguh bersyukur. Banyak pelajaran yang kuperoleh dan kurasa tahun ini aku menjadi lebih tenang dan lebih dewasa. Tahun ini aku  kehilangan seorang teman karena kegoisanku namun hal itu mengajariku untuk belajar melepaskan. Belajar menerima kalau tidak semua hal berjalan seperti yang kita inginkan. Di tahun yang sama aku juga belajar keluar dari zona nyamanku dan mencoba pekerjaan baru dan nyatanya aku masuk ke dunia yang baru, teman-teman baru bahkan memiliki kesempatan mengunjungi tempat-tempat baru. Jika kita mau terbuka dan percaya, kesempatan pasti datang.

Banyak yang berkata tahun 2012 akan kiamat, hmm ....entahlah itu benar atau tidak  namun aku hanya berharap tahun aku dapat lebih sungguh-sungguh menjalani hidup...memilih untuk bersyukur daripada mengeluh...menikmati hari dan belajar menjadi berkat seperti yang Tuhan inginkan...

.




Thursday, December 29, 2011

Semangat Natal

I wish we could put up some of the Christmas spirit in jars and open a jar of it every month.  ~Harlan Miller~

Beberapa hari saat ibadah Natal temanku berkata;" kalau saja bukan karena ada liturgi Natal , rasanya hari ini hanya sekedar hari minggu biasa bukan ibadah natal." dan nyatanya aku sangat setuju dengan pernyataannya.


Setiap kali bulan Desember datang selalu terjadi pola yang sama, dekorasi natal menghiasi pusat-pusat perbelanjaan. Lagu-lagu Natal diputar dimana-mana, khotbah-khotbah  mulai bertemakan seputar nativity story bahkan tak sedikit yang menyatakan kalau saat ini orang sudah tidak memahami natal, natal sudah menjadi bisnis kapitalis untuk meraup untung sebesar-besarnya. Menyikapi hal ini aku pun bertanya pada diriku sendiri apakah makna Natal?

Jujur terkadang aku  berpikir aku pun tak tahu maknanya dan tanpa adanya perayaan, tanpa adanya dekorasi dan tanpa adanya musik dan khotbah , natal menjadi hanya satu hari sama seperti hari lainnya. Mungkin semua kisah natal itu salah kali ya, bukan anak-anak yang butuh mujizat Natal tapi kita yang dewasa ........

Semoga tahun depan  , aku bisa merasakan semangat Natal itu...till see u in next year  i only wish that you have a merry little christmas............

 

Thursday, October 20, 2011

Hanya untukmu Mama

Mama was my greatest teacher, a teacher of compassion, love and fearlessness. If love is sweet as a flower, then my mother is that sweet flower of love.
 
Mama adalah titik kelemahanku. Mama adalah orang yang paling ingin kubahagiakan diseluruh dunia ini  dan membayangkan aku belum juga membahagiakannya  selalu membuatku sedih. Bagiku tiada pribadi seunik mamaku. Dia itu punya bakat alami untuk dicintai orang-orang. Wajahnya yang cantik dan pembawaannya yang ceria membuatnya disuaki orang-orang . Mamaku memang bukan lulusan perguruan tinggi , dia hanya lulusan SMA. Dia tidak selalu memakai pakaian yang bagus bahkan dia cenderung sangat tomboy.  Mama bukanlah tipe ibu-ibu anggun dan terlihat pintar bahkan kadang-kadang gayanya yang ceplas ceplos suka terlihat ndeso. Tapi terlepas dari semuanya mamaku sangat sangat baik. 
 
Mama selamat ulang tahun ya...semoga Tuhan menjagamu dan memberimu tahun-tahun  untuk dijalani.. semoga  Tuhan memberiku kesempatan untuk membahagiakanmu. Aku tidak tahu kapan aku bisa mewujudkan semua impianmu....tapi yakinlah mama kalau aku  akan memberimu cucu-cucu, aku akan memberikan tempat yang nyaman bagimu di masa tuamu... aku akan menjagamu seperti kau menjagaku ....

Tuhan bantu aku ya...


amin
  
 

Wednesday, September 7, 2011

Manusia gerobak

Kau adalah sebuah ironi di tengah kemacetan Jakarta
Ketika mesin beroda empat dan beroda dua pasrah tak bergerak
Tubuh kecilmu tetap bergerak menarik gerobak



Kunamai dia manusia gerebak karena memang aku sama sekali  tidak mengenalnya. Dia adalah pemandangan yang selalu kusaksikan setiap sore dalam perjalanan pulangku. Pria bertubuh mungil dalam balutan pakaian lusuh yang berjuang menarik gerobak besar. Di dalam gerobak itu dia membawa seluruh dunianya; seorang istri dan kedua anaknya  dan mungkin beberapa beberapa barang yang keluarga kecil ini miliki. Tanpa perlu berinteraksi dengannya , aku sudah bisa membayangkan betapa letihnya ia menarik gerobak itu namun dari raut wajahnya aku tahu juga ia menjalani hidupnya dengan tabah.

Manusia gerobak dan keluarganya adalah sebuah ironi  di tengah gegap gempitanya Ibukota. Ia adalah sebuah kenyataan bahwa hidup di Jakarta tanpa bekal pendidikan yang cukup sangatlah berat namun ia juga sebuah pelajaran hidup bagi warga ibukota, setidaknya ditengah  kesulitannya ia memegang erat keluarganya , hartanya yang paling mula dari Yang Maha Kuasa, tidak seperti masyarakat ibukota yang sering kali dalam kelebihannya melupakan hartanya yang tak ternilai itu.